Senin, 25 Juni 2012

Istri Presiden Mesir: Saya Bukan Ibu Negara



Bunda Najla’ Mahmud, Istri Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi menolak dengan tegas sebutan “Ibu Negara”. Beliau menyatakan tidak ada istilah “Ibu Negara”, yang ada justeru Pelayan Terdepan Mesir, karena kita semua adalah warga negara yang sama; kita mempunyai hak-hak sebagaimana juga kita memiliki kewajiban-kewajiban.
Dalam pernyataan yang disampaikan hari Senin, 25 Juni 2012, beliau mengungkapkan bahwa sebutan dirinya adalah “Ummu Ahmad” atau Al-Ukh Najla’ atau Hajjah”. Karena dalam Islam tidak membedakan antara satu orang dengan lainnya. Kita semua adalah satu, untuk kemajuan negeri tercinta.
Kunjungan perdana istri presiden Mesir pasca pengumuman KPU atas kemenangan Dr. Mursi adalah ke kediaman bunda Mahmud Sulaiman, seorang yang gugur sebagai syahid dalam peristiwa revolusi 25 Januari. (al-ikhwan.net)

Putra Presiden Mesir: Kami Taat Anda Jika Anda Membela Rakyat



Abdullah Muhammad, Putra Presiden Mesir terpilih, Dr. Muhammad Mursi menegaskan bahwa dirinya akan mentaati presiden terpilih jika presiden mentaati Allah dalam mengurus rakyatnya. Lewat jejaring sosial, Abdullah menyampaikan pesannya: “Kami akan taat kepada Anda, jika Anda taat kepada Allah dalam mengemban tanggung jawab kami. Kami akan menentang Anda, jika Anda menentang Allah dalam urusan kami.”
Lebih lanjut ia menyatakan: “Kami akan kembali menggalang revolusi jika Anda menyalahi tuntutan revolusi. Kami akan kembali turun ke jalan, jika Anda tidak memperjuangkan hak-hak para syuhada dan orang-orang yang terluka.” (al-ikhwan.net)

Militer Mesir Dukung Penuh Presiden Mursi



Kairo - Kepala Panglima Tinggi Militer, Jenderal Muhammad Husain Thanthawi, menegaskan bahwa dirinya dan institusi militer berdiri di belakang Presiden pilihan rakyat. Militer dengan segenap kekuatannya bekerja sama dengan Presiden terpilih dalam rangka menciptakan stabilitas negara dan menghormati pemerintahan konstitusi. Komitmen tersebut disampaikan Thanthawi saat bertemu dengan Presiden Baru Mesir, Dr. Muhamamd Mursi, Senin, 25 Juni 2012 di Kementerian Pertahanan Mesir.
Segenap anggota Majelis Militer mengucapkan selamat kepada Dr. Mursi atas terpilihnya sebagai Presiden Mesir pasca revolusi. Demikian juga Presiden terbaru mengapresiasi upaya yang sudah dilaksanakan oleh militer Mesir. Sebelumnya, Perdana Menteri transisi, Kamal Al-Janzuri mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan sementara tersebut ke Majelis Tinggi Militer Mesir. (al-ikhwan.net)

Menjadi Lurah itu Dakwah !


Oleh : Setiya


Setiap kita mengharapkan Ridho Allah SWT dan ditempatkan di surga Allah SWT. Oleh karena itulah kita menjadi muslim, berbaiat dengan syahadat. Dengan segala konsekuensinya. Dan kemudian kita berbaiat dengan jama’ah dakwah untuk “memastikan” ikhtiar kita mencapai semua cita-cita mulia tersebut.
Dimulai dengan marhalah ‘amal ishlahu-nafs, hingga ustadziyatul-‘alam adalah guidance amal kita, agar berdaya guna dan berhasil guna. Semua ‘amal penting pada saatnya. Dan setiap marhalah menghajatkan pelakunya masing-masing. Setiap marhalah ‘amal juga membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan.
Saat kita memasuki marhalah ‘amal irsyadul mujtama’ (mihwar sya’bi), disamping melakukan pembentukan yayasan-yayasan dan wajihah internal, setiap kader dakwah “dipaksa” untuk terlibat dengan agenda-agenda kemasyarakatan secara langsung. Karenanya memasuki fase ini, kader dakwah membutuhkan masa penyesuaian. Karena sebelumnya disibukkan dengan agenda internal, tiba-tiba harus terlibat dengan agenda-agenda eksternal. Untuk membangun kesadaran dan suasana, sampai mucul istilah-istilah, kerja bakti adalah dakwah (juga). Ronda adalah dakwah (juga). Menjadi pengurus masjid, pengurus organisasi massa, organisasi profesi dll adalah dakwah (juga).

Tahsin Tilawah dan Tahfizh Al Qur’an di Banguntapan




Salah satu kegiatan rutin Bangkit Banguntapan! Adalah tahsin tilawah dan tahfizh Al Qur’an untuk anak-anak yang dilaksanakan setiap hari Ahad pagi dari jam 06.00 hingga jam 08.00 di nDalem Mertosanan. Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta dari wilayah Banguntapan dan sekitarnya ini dimulai sejak bulan Maret 2012. 
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan kepada Al Qur’an kepada anak-anak, dengan jalan membaca dengan benar serta menghafal Al Qur’an. Setiap kegiatan Ahad pagi tersebut, peserta dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh seorang pemandu untuk tahsin dan tahfizh Al Qur’an.
Sangat beruntung DPC PKS Banguntapan memiliki kader yang hafizh dan hafizhah Al Qur’an, yaitu ustadz Zaini dan ustadzah Hevi. Pasangan suami isteri yang hafal Qur’an ini tinggal di wilayah Banguntapan sejak 4 tahun yang lalu, dan kini menjadi pengelola sekaligus penanggung jawab program tahsin dan tahfizh.

Silaturahim DPD dan DPC PKS se Kota Surabaya ke DPC PKS Banguntapan


Silaturahim DPD dan DPC PKS se Kota Surabaya ke DPC PKS Banguntapan


Sangat mengejutkan, DPC PKS Banguntapan mendapatkan kehormatan untuk menerima tamu dari para pengurus DPD PKS Kota Surabaya beserta pengurus DPC PKS se Kota Surabaya, Sabtu, 16/06/2012, dari jam 17.00 hingga 21.00 wib. Kedatangan para tamu tersebut merupakan serangkaian muhibah silaturahim dari PKS Kota Surabaya ke berbagai DPD dan DPC di Provinsi DI Yogyakarta.
Rombongan PKS Kota Surabaya dipimpin Ustadz Jabir disambut Ketua DPC PKS Banguntapan, ustadz Umar Hidayat dan tim DPC, di nDalem Mertosanan. Ustadz Umar Hidayat memaparkan berbagai program dan kegiatan di DPC dan DPRa, termasuk pola pengelolaan kader dan struktur di Banguntapan.
Para peserta rombongan dari PKS Kota Surabaya tampak antusias mengikuti penjelasan Tim DPC Banguntapan, dan dilanjutkan dengan dialog serta ramah tamah. Acara ini dimaksudkan untuk menjadi bahan perbandingan bagi DPD dan DPC di Kota Surabaya dalam pengelolaan struktur, kader maupun kegiatan di level kabupaten dan kecamatan hingga desa.
“Acara seperti ini sangat bagus, dan bisa kita contoh di DPC Banguntapan untuk studi banding ke DPC lain dalam rangka mendapatkan perbandingan serta pembelajaran dari keberhasilan DPC lain. Agar wawasan kita berkembang dan silaturahim semakin dikuatkan”, kata ustadz Umar Hidayat usai menerima tamu dari rombongan PKS Kota Surabaya tersebut.





Tim “Bangkit Banguntapan” Dilantik



Dalam enam bulan terakhir ini, DPC PKS Banguntapan giat berbenah. Setelah membenahi kepengurusan DPC, diteruskan dengan Musyawarah Ranting (Musran) bersama se Banguntapan, kini dibentuk Tim “Bangkit Banguntapan” yang terdiri dari 40 kader muda pegiat di wilayah Banguntapan.
Acara bertajuk “Bangkit Banguntapan” menghadirkan 40 kader muda se DPC Banguntapan, untuk mendapatkan amanah pemenangan dakwah, Senin 25/06/2012 di nDalem Mertosanan. Dipandu oleh ustadz Setiya, kader senior Banguntapan, acara berlangsung dengan semangat dari jam 17.00 hingga jam 22.00 wib.
Dalam sambutannya, ustadz Rojikin selaku Ketua Bidang Kaderisasi DPC Banguntapan menyampaikan maksud dilaksanakannya acara tersebut adalah untuk semakin membangkitkan semangat dakwah di Banguntapan. “Semua kader yang tinggal di wilayah Banguntapan harus aktif terlibat memenangkan dakwah. Sekarang saatnya kita bangkit”, kata ustadz Rojikin dengan semangat.

Acara “Bangkit Banguntapan” digelorakan oleh taujih ustadz Cahyadi Takariawan, yang mengajak seluruh kader di Banguntapan untuk berkontribusi secara maksimal dalam kegiatan dakwah, tarbiyah dan siyasah. “Lima tahun terakhir ini tidak tampak ada perkembangan rekrutmen yang berarti. Sekarang semua kader harus merekrut dan membina, tidak boleh stagnan. Semua bergerak, semua bekerja, semua terlibat untuk membangkitkan kemenangan dakwah di Banguntapan”, ujar beliau.
Usai mendapatkan taujih, acara dilanjutkan oleh supertrainer Iwan Akbar yang mengajak seluruh peserta untuk merumuskan komitmen dakwah, tarbiyah dan siyasah. Peserta dibagi menjadi enam kelompok, dan setiap kelompok menuliskan komitmen masing-masing untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dakwah di Banguntapan. Setiap peserta menulis komitmen pada kertas yang telah ditempel di dinding sesuai kelompok masing-masing.

Luar biasa, para kader muda ini menulis berbagai komitmen dakwah dan disertai dengan tanda tangan serta nama lengkap masing-masing. Komitmen yang mereka tulis sangat beragam, seperti “Membina minimal satu kelompok halaqah”, atau “Merekrut minimal tiga orang”, atau “Mensuport pendanaan DPC”, dan lain sebagainya. Keseluruhan komitmen yang mereka tulis merupakan ekspresi semangat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pemenangan dakwah, tarbiyah dan siyasah di Banguntapan.
Setelah semua komitmen dibacakan, acara diteruskan dengan penetapan Tim Bangkit Banguntapan secara simbolik, dengan pemakaian kaus uniform “Bangkit Banguntapan”. Empat orang dipanggil maju ke depan, satu orang merupakan kader paling muda, satu orang kader dengan jumlah binaan paling banyak, satu orang kader dengan masa tarbiyah paling lama, dan satu lagi adalah mu’asis Banguntapan, ustadz Habib.

Pemakaian uniform secara simbolik kepada empat wakil Tim Bangkit Banguntapan ini dilakukan oleh para senior. Setelah itui diikuti dengan pemakaian uniform oleh setiap peserta. Usai mengenakan kaus uniform, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Bangkit Banguntapan, yang dipimpin oleh Ketua DPC PKS Banguntapan, ustadz Umar Hidayat, dan diikuti oleh seluruh peserta.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Semoga menjadi pertanda positif bagi kebangkitan semangat dan kemenangan dakwah di Banguntapan.